Senin, 01 Oktober 2018

solusi keamanan jaringan


Solusi kemanan
1.Antivirus dan antispyware
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga perangkat lunak perlindungan virus. Program ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak.
Anti-spyware adalah jenis program yang dirancang untuk mencegah dan mendeteksi instalasi program spyware yang tidak diinginkan atau untuk menghapus program-program tersebut jika sudah terpasang. Software Anti-spyware melakukan scan sistem komputer untuk melihat apakah ada saat ini spyware diinstal .

2.Packet-Filtering Firewalls (Level 3 OSI)
Packet filtering firewall memvalidasi paket berdasarkan protocol,sumber dan tujuan IP Address,sumber dan tujuan nomer port,waktu sesi,Service code Point (DSCP),Type of service(ToS), dan banyak laagi parameter yang ada dalam IP header.packet filtering dapat dicapai dengan menggunakan ACL (Access Control List) yang bedara di Router /Switch yanag bekerja dengan sangat cepat terutama ketika berada di Application Specific Integratied Circuit (ASIC). trafik data akan masuk kedalam interface yang dipilih dan memfilter paket data sebelum diteruskan,memblok dan mengijinkan paket sesuai dengan setingan ACL
firewall jenis ini hanya memfilter paket data berdasarkan informasi yang tersedia dalam IP header disetiap paket,dan tidak bisa membaca isi paket data.sehingga tidak bisa menangkis serangan di level Application Layer





3.Sistem Firewall Khusus
Firewall berfungsi sebagai pelindung agar resource yang berada di jaringan local intranet tidak terlihat jika discann dari internet. hal ini di dimaksudkan agar tidak terjadi exploitasi terhadap resource jaringan local intranet. akan lebih mudah kita memasang firewall dan menyembunyikan ratusan resource yang ada di jaringan local agar tidak diexploitasi hacker dari internet daripada kita mengamankan resource local satu per satu.

4.ACL (Access Control List)
                Merupakan metode selektivitas terhadap packet data yang akan dikirimkan pada alamat yang dituju. Secara sederhana ACL dapat kita ilustrasikan seperti halnya sebuah standard keamanan. Hanya packet yang memiliki kriteria yang sesuai dengan aturan yang diperbolehkan melewati gerbang keamanan, dan bagi packet yang tidak memiliki kriiteria yang sesuai dengan aturan yang diterapkan, maka paket tersebut akan ditolak. ACL dapat berisi daftar IP address, MAC Address, subnet, atau port yang diperbolehkan maupun ditolak untuk melewati jaringan.
5.Intrusion Prevention System(IPS)

IPS (Intrusion Prevention System) adalah sebuah perangkat jaringan atau perangkat lunak yang berjalan di belakang firewall untuk mengidentifikasi dan memblokir ancaman terhadap jaringan dengan menilai setiap paket yang melintas berdasarkan protokol jaringan dalam aplikasi dan melakukan pelacakan ancaman terhadap keamanan jaringan. IPS membuat akses kontrol dengan cara melihat konten aplikasi, daripada melihat IP address atau ports yang biasanya digunakan oleh firewall. Sistem IPS sama dengan sistem setup IDS, IPS mampu mencegah serangan yang datang dengan sedikit bantuan dari administrator atau bahkan tidak sama sekali. Serangan biasanya datang dalam bentuk input data berbahaya ke aplikasi target atau melalui layanan yang digunakan penyerang untuk mengganggu dan menguasai aplikasi atau jaringan target, setelah penyerang atau penyusup berhasil masuk dan menguasai jaringan maka penyerang dapat menonaktifkan jaringan target atau bahkan bisa mengakses semua izin dari aplikasi atau jaringan target. Oleh karena itu IPS akan menghalangi suatu serangan sebelum terjadi eksekusi dalam memori dan IPS akan membandingkan file checksum yang tidak semestinya mendapatkan izin untuk dieksekusi  dan juga menginterupsi sistem call.



6.Virtual Private Network(VPN)


VPN merupakan teknologi yang menggunakan jaringan internet atau jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian informasi atau data. Maka VPN memakai metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan menggunakan metode enskripsi itu, keamanan ata akan cukup terjamin dari pencurian data. Walau ada pihak-pihak yang bisa menyadap data-data yang melewati jaringan internet maupun jalur dari VPN sendiri, akan tetapi belum tentu yang menyadap dapat membaca data tersebut sebab data tersebut sebelumnya telah teracak. Dapat disimpulkan dari fungsi confidentially ini maksudnya supaya data yang di transmisikan haya dapat diakses oleh orang yang memang berhak saja.